Dari “Rudy’s Beat” Menjadi The Mobster
THE MOBSTER dibentuk pada tahun 2003. Awalnya, band ini bernama “Rudy’s Beat”. Kemudian, pada tahun 2004, namanya diubah menjadi The Mobster.
Awalnya, The Mobster beranggotakan 6 orang, yaitu Aan (vokal), Gepeng (gitar melodi), Bambang (bass), Peyex (gitar ritme), Balung (drum), dan Opix (terompet). Namun, karena kesibukan dan berbagai hal lainnya, The Mobster harus mengalami pergantian personel. Saat ini hanya tersisa 2 orang personel yang masih aktif, yaitu Aan (vokal) dan Bambang (bass).
The Mobster pada tahun 2008 telah merilis EP (mini album) berjudul “SING N DANCE”, kemudian pada tahun 2010 merilis album penuh berjudul “MADE IN INDONESKA”. Keduanya dirilis secara independen dan didistribusikan di berbagai distro lokal.
Dan semoga The Mobster bisa terus mempertahankan eksistensi musik SKA di Solo dan Indonesia, seperti slogan kami: Get This Beat Till Die ....!!!
Solo punya reputasi sebagai salah satu kota paling aktif dalam scene ska di Jawa. Dari ruang komunitas, festival kecil, sampai panggung-panggung lintas kota, The Mobster berdiri sebagai salah satu nama yang paling sering disebut di antara para pencinta ska.
Berawal dari latihan rutin di Solo, The Mobster resmi meluncurkan album “The Mobster Ska Solo” pada tahun 2007. Empat lagu di dalamnya — Candy, Happy Ending, Enjoy The Night, dan Sing and Dance — menangkap formula band ini: offbeat guitar yang mengawang, bass yang menendang, dan brass section yang meledak di chorus.
Vokalis Aan, yang juga dikenal sebagai pemimpin Rudebois Ska Foundation — komunitas ska Solo — memberi band ini karakter vokal yang hangat dan serak. Ia sering dibandingkan dengan Laurel Aitken oleh komunitas ska internasional, dan itu memang tidak berlebihan: The Mobster bukan sekadar band lokal, tapi bagian dari jaringan ska global.
Setelah album itu, single “Ska – Bersepeda” menambah satu wajah baru di repertoar band — tetap 2-Tone, tapi dengan groove yang lebih ringan dan mudah dikutuk barisan depan.
Jejak mereka berlanjut. Pada 2009 The Mobster tampil di event SkaCore bersama nama-nama besar scene ska Jawa seperti Alskatraz, De Morte, Little Skunk, dan Suku Dalu. Beberapa tahun kemudian, lagu “Sing and Dance” diputar oleh The Ska Geek Podcast, salah satu podcast ska paling populer di dunia — bukti bahwa groove mereka tetap relevan untuk telinga modern.
Hari ini The Mobster terus menghidupkan suara Solo: energi 2-Tone, tekstur rocksteady, dan euforia komunal yang membuat panggung mana pun bergetar.
Fakta Singkat
Timeline
- 2003Band dibentuk dengan nama “Rudy’s Beat”
- 2004Nama diubah menjadi The Mobster
- 2007Album “The Mobster Ska Solo”: Candy, Happy Ending, Enjoy The Night, Sing and Dance
- 2008EP (mini album) “SING N DANCE” rilis secara independen
- 2009Tampil di event SkaCore bersama scene ska Jawa
- 2010Album penuh “MADE IN INDONESKA” rilis
- 2020“Sing and Dance” diputar di The Ska Geek Podcast
- SekarangMenyiapkan materi baru & tampil di acara ska Solo Raya
Foto The Mobster
Dokumentasi band dari masa awal sampai sekarang — enam personel pertama, lineup dengan brass section, sampai foto terbaru.
Line-Up
Personel The Mobster yang masih aktif, serta susunan awal enam orang saat band ini masih bernama “Rudy’s Beat”.
Personel Aktif
Susunan Awal — 6 Personel
Rilisan The Mobster
Semua rilisan The Mobster dirilis secara independen dan dibagikan ke berbagai distro lokal.
The Mobster Ska Solo
Album pembuka yang memperkenalkan empat lagu identitas band: Candy, Happy Ending, Enjoy The Night, dan Sing and Dance.
SING N DANCE
EP (mini album) resmi The Mobster. Rilisan independen yang membawa groove ska Solo ke berbagai distro lokal.
MADE IN INDONESKA
Album penuh The Mobster — rekaman yang memantulkan warna 2-Tone, offbeat guitar, dan brass yang meledak di chorus.
Yang Kami Unyapkan
Referensi klasik yang membentuk warna musik The Mobster dari dulu sampai sekarang.
2 Tone
Terang, groovy, dan penuh energi. Sumber utama warna dasar band.
Rocksteady
Offbeat guitar dan bass line yang khas — fondasi riff band.
Ska Punk
Kecepatan ekstra untuk penghayatan panggung dan festival.
Reggae
Sisi lounge dan slow motion di antara lagu-lagu brisk.